Pemasaran Lini OGB
Kantor Pusat : Jl. Veteran 9 Jakarta Pusat
Representatif Jatim : Jl. Jemursari 41 Surabaya
Telp : +6281703330381
email : jaka_ogbjatim@yahoo.com
Jumat, 08 April 2011
Antihistamin
Isi [hide]
1 klinis efek
2 klinis: H1-dan H2-reseptor antagonis
2.1 H1-reseptor antagonis
2.2 H2-reseptor antagonis
3 Eksperimental: H3-dan H4-reseptor antagonis
3.1 H3-reseptor antagonis
3.2 H4-reseptor antagonis
4 Lainnya
4.1 stabilisator sel mast
4.2 lain agen dengan aktivitas antihistaminergic
5 Referensi
6 Pranala luar
[Sunting] efek Klinis
Histamines menghasilkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah, menyebabkan cairan untuk melarikan diri dari kapiler ke dalam jaringan, yang mengarah ke gejala-gejala klasik reaksi alergi - hidung meler dan mata berair.
Antihistamin menekan wheal (pembengkakan) dan vasodilatasi histamin-induced (suar) respon dengan menghalangi pengikatan histamin pada reseptor pada saraf, otot polos pembuluh darah, sel-sel kelenjar, endotelium, dan sel mast. Mereka efektif mengerahkan antagonisme kompetitif histamin untuk H1-reseptor. Gatal-gatal dan bersin ditekan oleh blokade antihistamin H1-reseptor pada saraf-saraf nasal [1] Antihistamin adalah. Biasanya digunakan untuk menghilangkan alergi yang disebabkan oleh intoleransi protein. [2]
[Sunting] klinis: H1-dan H2-reseptor antagonis
[Sunting] antagonis H1-reseptor
Artikel utama: antagonis H1
Dalam penggunaan umum, istilah antihistamin hanya merujuk H1 antagonis, juga dikenal sebagai antihistamin H1. Telah ditemukan bahwa H1-antihistamin adalah agonis sebenarnya terbalik pada reseptor histamin-H1, daripada antagonis per se. [3] Secara klinis, antagonis H1 digunakan untuk mengobati reaksi alergi. Obat penenang adalah efek samping yang umum, dan beberapa H1 antagonis, seperti diphenhydramine dan doxylamine, juga digunakan untuk mengobati insomnia. Namun, antihistamin generasi kedua tidak melewati sawar darah otak, dan karena itu tidak menyebabkan kantuk.
Contoh:
Setirizin
Klorfeniramin
Clemastine
Desloratadine
Dexchlorpheniramine
Dimenhydrinate (paling sering digunakan sebagai suatu antiemetik)
Dimetindene
Diphenhydramine (Benadryl)
Doxylamine (paling sering digunakan sebagai obat penenang OTC)
Ebastine
Embramine
Fexofenadine
Levocetirizine
Loratadine
Meclozine (paling sering digunakan sebagai suatu antiemetik)
Olopatadine (digunakan secara lokal)
Pheniramine
Promethazine
Quetiapine (antipsikotik)
[Sunting] antagonis H2-reseptor
Artikel utama: antagonis H2
antagonis H2, seperti antagonis H1, juga agonis antagonis terbalik dan tidak benar. reseptor histamin H2, ditemukan terutama dalam sel parietal pada mukosa lambung, digunakan untuk mengurangi sekresi asam lambung, mengobati kondisi pencernaan termasuk tukak lambung dan penyakit gastroesophageal reflux.
Contoh:
Cimetidine
Famotidin
Lafutidine
Nizatidine
Ranitidine
Roxatidine
[Sunting] Eksperimental: antagonis dan H3-H4-reseptor
Mereka adalah para agen eksperimental dan belum memiliki penggunaan klinis didefinisikan, meskipun sejumlah obat saat ini dalam percobaan manusia. H3-antagonis memiliki efek stimulan dan nootropic, dan sedang diselidiki untuk pengobatan kondisi seperti ADHD, penyakit Alzheimer, dan schizophrenia, sedangkan H4-antagonis tampaknya memiliki peran imunomodulator dan sedang diteliti sebagai obat anti-inflamasi dan analgesik .
[Sunting] antagonis reseptor H3-
Artikel utama: antagonis H3
Contoh:
A-349, 821
ABT-239
Ciproxifan
Clobenpropit
Thioperamide
[Sunting] H4-reseptor antagonis
Contoh:
Thioperamide
JNJ 7777120
VUF-6002
[Sunting] Lain-lain
[Sunting] stabilisator sel Mast
Artikel utama: stabilizer sel Mast
stabilisator sel mast muncul untuk menstabilkan sel mast untuk mencegah pelepasan degranulation dan mediator. Obat ini biasanya tidak diklasifikasikan sebagai antagonis histamin, tetapi memiliki indikasi yang sama.
Contoh:
Cromoglicate (cromolyn)
Nedocromil
β2 adrenergik agonis
[Sunting] agen lain dengan aktivitas antihistaminergic
Banyak obat yang digunakan untuk indikasi lain memiliki aktivitas antihistaminergic yang tidak diinginkan. [rujukan?]
dosis besar vitamin C diketahui mengurangi shock protein deaminizing menghambat histamin rilis itu. [4]
SISTEM IMUN
Untuk bertahan hidup tantangan ini, beberapa mekanisme berevolusi yang mengakui dan menetralisir patogen. organisme uniseluler Bahkan sederhana seperti bakteri memiliki sistem enzim yang melindungi terhadap infeksi virus. Lain mekanisme kekebalan dasar berkembang pada eukariota kuno dan tetap dalam keturunan modern mereka, seperti tanaman dan serangga. Mekanisme ini termasuk peptida antimikroba disebut defensin, fagositosis, dan sistem pelengkap. Jawed vertebrata, termasuk manusia, bahkan lebih canggih mekanisme pertahanan. [1] Sistem kekebalan khas vertebrata terdiri dari berbagai jenis protein, sel, organ, dan jaringan yang berinteraksi dalam sebuah jaringan yang rumit dan dinamis. Sebagai bagian dari respon imun yang lebih kompleks, menyesuaikan sistem kekebalan tubuh manusia dari waktu ke waktu untuk mengakui patogen khusus secara lebih efisien. Proses adaptasi ini disebut sebagai "kekebalan adaptif" atau "kekebalan diperoleh" dan menciptakan memori imunologi. memori imunologi, diciptakan dari respon utama patogen tertentu, memberikan tanggapan disempurnakan untuk pertemuan sekunder dengan patogen, sama tertentu. Proses kekebalan yang diperoleh adalah dasar dari vaksinasi. respon primer dapat mengambil 2 hari dan sampai 2 minggu untuk berkembang. Setelah kekebalan tubuh menuju keuntungan patogen tertentu, ketika infeksi oleh patogen yang terjadi lagi, respon kekebalan disebut respon sekunder.
Gangguan dalam sistem kekebalan tubuh dapat mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit autoimun, penyakit peradangan dan kanker. [2] [3] Immunodeficiency penyakit terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kurang aktif dari normal, sehingga berulang dan infeksi yang mengancam jiwa. Immunodeficiency dapat menjadi hasil dari penyakit genetik, seperti imunodefisiensi gabungan yang berat, atau dihasilkan oleh obat-obatan atau infeksi, seperti sindrom defisiensi imun yang diakuisisi (AIDS) yang disebabkan oleh retrovirus HIV. Sebaliknya, penyakit autoimun hasil dari sistem kekebalan yang hiperaktif menyerang jaringan normal seolah-olah mereka organisme asing. penyakit autoimun umum meliputi tiroiditis Hashimoto, rheumatoid arthritis, diabetes mellitus tipe 1 dan lupus erythematosus. Imunologi mencakup studi tentang semua aspek dari sistem kekebalan tubuh, memiliki relevansi yang signifikan terhadap kesehatan dan penyakit. Penyelidikan lebih lanjut di bidang ini diharapkan dapat memainkan peran yang serius dalam promosi kesehatan dan pengobatan penyakit.
Simak
Baca secara fonetik
Kamis, 13 Januari 2011
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA LIDOKAIN DENGAN FENTANYL UNTUK MENGURANGI NYERI PENYUNTIKAN ROCURONIUM
Pengaruh penambahan fentanyl 100mg pada anestesia epidural ropivakain 0,75% terhadap mula kerja blok sensorik dan blok motorik
Jumat, 02 Juli 2010
Selasa, 08 Juni 2010
Anti diare
Diare adalah peningkatan volume, keenceran atau frekuensi buang air besar.
Diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan biasanya jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai lebih dari 500 gram/hari.
Orang yang banyak makan serat sayuran, dalam keadaan normal bisa menghasilkan lebih dari 500 gram, tetapi konsistensinya normal dan tidak cair.
Dalam keadaan normal, tinja mengandung 60-90% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%.
Diare merupakan suatu gejala, pengobatannya tergantung pada penyebabnya.
Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.
Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.
Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide.
Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare.
Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.
Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus.
Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.
Untuk pemilihan golongan obat diare ini yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
- Racecordil
Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut. Berdasarkan uji klinis didapatkan bahwa anti diare ini memberikan hasil klinis yang baik dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Produk ini juga merupakan anti diare pertama yang cara kerjanya mengembalikan keseimbangan sistem tubuh dalam mengatur penyebaran air dan elektrolit ke usus. Selain itu, Hidrasec pun mampu menghambat enkephalinase dengan baik. Dengan demikian, efek samping yang ditimbulkannya sangat minimal.
- Loperamide
Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara emeperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai ialah kolik abdomen, sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
- Nifuroxazide
Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
- Aktifitas antimikroba Nifuroxazide lebih besar dari obat anti infeksi intestinal biasa seperti kloroyodokuin.
- Pada konsentrasi encer (1 : 25.000) Nifuroxazide masih memiliki daya bakterisidal.
Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
- Dioctahedral smectite
Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
Anti angina
Pemberian antiangina bertujuan untuk :
- mengatasi atau mencegah serangan akut angina pektoris;
- pencegahan jangka panjang angina.
Penanganan angina pektoris harus dilakukan dengan segera meliputi pemberian obat antiangina, menghilangkan faktor predisposisi dan pencetus.
Tujuan pengobatan angina stabil adalah mengembalikan aliran darah koroner fisiologis pada jaringan jantung iskemik dan atau mengurangi kebutuhan oksigen otot jantung, sedangkan pengobatan angina varian (Prinzmetal) ditujukan untuk mengurangi kejang/spasme koroner.
Gambar. Tempat terjadinya penyumbatan pada jantung.
Ada 4 kelompok antiangina yang utama, yakni antiangina golongan nitrat organik, antiangina golongan beta bloker, antiangina golongan antagonis kalsium dan antiangina golongan antiplatelet.
- Antiangina golongan Beta-blocker
Obat ini mempengaruhi efek hormon epinephrine dan norepinephrine pada jantung dan organ lainnya.
Beta blocker mengurangi denyut jantung pada saat istirahat. Selama melakukan aktivitas, beta-blocker membatasi peningkatan denyut jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.
Beta-blocker dan nitrat telah terbukti mampu mengurangi kejadian serangan jantung dan kematian mendadak.
- Antiangina golongan Nitrat (contohnya nitroglycerin).
Nitrat menyebabkan pelebaran pada dinding pembuluh darah, terdapat dalam bentuk short-acting dan long-acting.
Sebuah tablet nitroglycerin yang diletakkan di bawah lidah (sublingual) biasanya akan menghilangkan gejala angina dalam waktu 1-3 menit, dan efeknya berlangsung selama 30 menit.
Penderita stable angina kronik harus selalu membawa tablet atau semprotan nitroglycerin setiap saat.
Menelan sebuah tablet sesaat sebelum melakukan kegiatan yang diketahui penderita dapat memicu terjadinya angina, akan sangat membantu penderita.
Nitroglycerin tablet juga bisa diselipkan diantara gusi dan pipi bagian dalam atau penderita bisa menghirup nitroglycerin yang disemprotkan ke dalam mulut; tetapi yang banyak digunakan adalah pemakaian nitroglycerin tablet sublingual.
Nitrat long-acting diminum sebanyak 1-4 kali/hari. Nitrat juga terdapat dalam bentuk plester dan perekat kulit, dimana obat ini diserap melalui kulit selama beberapa jam.
Nitrat long-acting yang dikonsumsi secara rutin bisa segera kehilangan kemampuannya untuk mengurangi gejala.Oleh karena itu sebagian besar ahli menganjurkan selang waktu selama 8-12 jam bebas obat untuk mempertahankan efektivitas jangka panjangnya.
- Antiangina golongan Antagonis kalsium
Obat ini mencegah pengkerutan pembuluh darah dan bisa mengatasi kejang arteri koroner.
Antagonis kalsium juga efektif untuk mengobati variant angina. Beberapa antagonis kalsium (misalnya verapamil dan diltiazem) bisa memperlambat denyut jantung.
Obat ini juga bisa digabungkan bersama beta-blocker untuk mencegah terjadinya episode takikardi (denyut jantung yang sangat cepat).
- Antiangina golongan Antiplatelet (contohnya aspirin)
Platelet adalah suatu faktor yang diperlukan untuk terjadinya pembekuan darah bila terjadi perdarahan. Tetapi jika platelet terkumpul pada ateroma di dinding arteri, maka pembentukan bekuan ini (trombosis) bisa mempersempit atau menyumbat arteri sehingga terjadi serangan jantung.
Aspirin terikat pada platelet dan mencegahnya membentuk gumpalan dalam dinding pembuluh darah, jadi aspirin mengurangi resiko kematian karena penyakit arteri koroner.
Penderita yang alergi terhadap aspirin, bisa menggunakan triklopidin.
Untuk pemilihan obat antiangina yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis jantung.
ACE inhibitor
Kaptopril adalah obat ACE inhibitor / penghambat ACE yang pertama ditemukan. Sejak itu telah dikembangkan banyak obat ACE inhibitor lain, dan obat ACE inhibitor yang telah resmi beredar di Indonesia adalah benazepril, cilazapril, dellapril, enalapril, fosinopril, imidapril, kuinapril, lisinopril, perindopril, ramipril dan trandolapril.
Secara umum obat ACE inhibitor dapat dibedakan atas :
- Obat ACE inhibitor yang bekerja langsung yaitu ; kaptopril dan lisinopril
- Obat ACE inhibitor yang bekerja tidak langsung (merupakan prodrug) yaitu semua yang lain.
Gambar. Cara Kerja ACE Inhibitor
Obat ACE inhibitor efektif untuk hipertensi yang ringan, sedang maupun berat.
Sebagai monoterapi, obat ACE inhibitor sama efektivitasnya dengan golongan antihipertensi lainnya. Obat ACE inhibitor efektif sebagai antihipertensi pada sekitar 70% penderita.
Penurunan tekanan darah sekitar 10/5 sampai 15/12 mm HG. Besarnya penurunan tekanan darah ini sebanding dengan tingginya tekanan darah sebelum pengobatan.
Obat ACE inhibitor terutama efektif pada hipertensi dengan PRA (aktivitas renin plasma) yang tinggi, yaitu pada kebanyakan hipertensi maligna dan hipertensi renovaskuler, dan pada kira-kira 1/5 populasi hipertensi esensial, tetapi obat ini juga efektif pada hipertensi dengan aktivitas renin plasma (PRA) yang normal dan yang rendah, karena itu penentuan aktivitas renin plasma (PRA) tidak berguna untuk individualisasi terapi.
hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan.
Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.
Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE-inhibitor) menyebabkan penurunan tekanan darah dengan cara melebarkan arteri.
Obat ini efektif diberikan kepada:
- orang kulit putih
- usia muda
- penderita gagal jantung
- penderita dengan protein dalam air kemihnya yang disebabkan oleh penyakit ginjal menahun atau penyakit ginjal diabetik
- pria yang menderita impotensi sebagai efek samping dari obat yang lain.
Pada hipertensi berat, obat ACE inhibitor dapat ditambahkan sebagai obat ke tiga pada kombinasi obat diuretik dan beta bloker.
Kombinasi dengan obat diuretik memberikan efek antihipertensi yang sinergistik (kira-kira 85% penderita tekanan darahnya terkendali dengan kombinasi ini), sedangkan efek hipokalemiadiuretik dicegah atau dikurangi.
Kombinasi dengan obat beta bloker memberikan efek yang aditif/memperkuat.
Kombinasi dengan vasodilator , termasuk prazosin dan nifedipin, memberikan efek yang baik tetapi pemberian bersama penghambat adrenergik lainnya yang menghambat respon adrenergik alfa dan beta (misalnya metildopa, klonidin, latalol, prazosin + beta bloker), sebaiknya dihindarkan karena dapat menimbulkan hipotensi yang berat dan berkepanjangan.
Obat ACE inhibitor lebih efektif pada penderita yang lebih muda bila digunakan sendiri. Obat ACEinhibitor ini terpilih untuk penderita hipertensi dengan gagal jantng kongestif yang juga merupakan indikasi obat ACE inhibitor.
Obat ACE inhibitor oral dapat digunakan untuk hipertensi mendesak, sedangkan Obat ACE inhibitor untuk intravena/injeksi (enalaprilat) digunakan pada hipertensi darurat.
Untuk pemilihan obat ACE inhibitor yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis jantung.
Beta Bloker
Dikloroisoproterenol adalah obat beta bloker yang pertama ditemukan tetapi tidak digunakan karena obat beta bloker ini juga merupakan agonis parsial yang cukup kuat.
| Gbr. Struktur propanolol |
Propranolol yang ditemukan kemudian, menjadi prototipe golongan obat beta bloker. Sampai sekarang, semua obat beta bloker baru dibandingkan dengan prapranolol.
Obat beta bloker merupakan obat yang menghambat efek sistem saraf simpatis.
Sistem saraf simpatis adalah sistem saraf yang dengan segera akan memberikan respon terhadap stres, dengan cara meningkatkan tekanan darah.
Obat beta-blocker efektif diberikan kepada:
- penderita usia muda
- penderita yang pernah mengalami serangan jantung
- penderita dengan denyut jantung yang cepat
- angina pektoris (nyeri dada)
- sakit kepala migren.
Obat beta bloker dibagi menjad dua golongan berdasarkan kerjanya pada reseptor beta1 atau reseptor beta2 (kardioselektif) yaitu yang selektif dan nonselektif.
Asebutolol, metoprolol, atenolol dan bisoprolol merupakan obat beta bloker selektif karena mempunyai afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor beta1 daripada reseptor beta2. Obat beta bloker lainnya merupakan obat beta bloker nonselektif.
Cara kerja obat beta bloker
Efek terhadap sistem kardiovaskular merupakan efek obat beta bloker yang terpenting, terutama akibat kerjanya pada jantung.
Obat beta bloker mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas miokard. Efek ini kecil pada orang normal dalam keadaan istirahat, tetapi menjadi nyata bila sistem simpatis dipacu, misalnya sewaktu olah raga atau stress.
Obat beta bloker tidak menurunkan tekanan darah yang normal, tetapi menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Mekanisme antihipertensi beta blker ini masih belum jelas.
Pemberian obat beta bloker secara terus menerus pada penderita hipertensi pada akhirnya meyebabkan penurunan resistensi perifer. Mekanismenya belum diketahui, tetapi mungkin sekali karena adanya penyesuaian pembuluh darah perifer terhadap pengurangan curah jantung yang berlangsung secara kronik/terus menerus.
Di samping itu, hambatan sekresi renin dari ginjal oleh obat beta bloker juga menimbulkan efek hipotensi/tekanan darah rendah. Sebagian sekresi renin akibat diet rendah natrium juga dihambat oleh obat beta bloker.
Angina pektoris.
Beta bloker bermanfaat untuk penderita angina pektoris untuk meningkatkan ketahanan dalam melakukan kegiatan fisik. Semua obat beta bloker efektif untuk angina pektoris.
Aritmia
Beta bloker dapat memperlambat respon ventrikel pada takiaritmia supraventrikel bahkan dapat menghilangkan aritmia.
Untuk pemilihan obat beta bloker yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis jantung.
Obat Cardiovascular
Obat kardiovaskular atau obat jantung dan pembuluh darah terbagi dari 16 golongan yaitu :
- Obat jantung
Obat jantung biasanya digunakan untuk gagal jantung dan aritmia. Gagal Jantung adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. - Obat antiangina
Obat kardiovaskular golongan antiangina digunakan untuk permasalahan jantung yang berupa nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen yang sering disebut Angina (angina pektoris). - Obat kardiovaskular golongan ACE inhibitor
Obat kardiovaskular golongan ACE inhibitor, beta bloker, angiotensin II digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi dan biasanya dikombinasi dengan diuretik. Untuk mengurangi penimbunan cairan yang akan menurunkan jumlah darah yang masuk ke jantung sehingga mengurangi beban kerja jantung. - Obat kardiovaskular golongan beta bloker
- Obat kardiovaskular golongan antagonis kalsium
Obat kardiovaskular golongan Antagonis kalsium digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi dan biasanya dikombinasi dengan beta bloker. - Obat kardiovaskular golongan antagonis angiotensin II & kombinasinya
- Obat tekanan darah tinggi/antihipertensi golongan lain
Obat kardiovaskular golongan antihipertensi golongan lain biasa dalam bentuk kombinasi dari satu sediaan obat. - Obat kardiovaskular golongan diuretik
- Obat kardiovaskular golongan vasodilator & aktivator serebral
Obat vasodilator adalah obat yang digunakan untuk mengurangi vasokontriksi (tekanan pada pembuluh darah) yang sering terjadi penyakit jantung dan tekana darah tinggi - Obat kardiovaskular golongan vasokontriktor
Obat vasokontriksi mempunyai efek kebalikan dari obat vasodilator biasanya digunakan untuk penderita hipotensi (tekanan darah yang rendah). - Obat migren
Sakit Kepala Migren adalah nyeri berdenyut hebat dan berulang, yang biasanya mengenai salah satu sisi kepala tetapi kadang mengenai kedua sisi kepala. Migren terjadi jika arteri yang menuju ke otak menjadi sempit (konstriksi, mengkerut) dan kemudian melebar (dilatasi), yang akan mengaktifkan reseptor nyeri di dekatnya. Untuk mengatasi digunakan obat migren. - Obat kardiovaskular golongan hemostatik
Obat kardiovaskular golongan hemostatik digunakan untuk mengurangi atau menghentikan terjadinya pendarahan pada semua pembuluh darah di tubuh. - Obat kardiovaskular golongan antikoagulan, trombolitik & fibrinolitik
Obat kardiovaskular golongan antikoagulan, trombolitik & fibrinolitik digunakan untuk memperlancar peredaran darah dengan cara masing-masing. Antikoagulan berfungsi dengan cara menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Trombolitik melarutkan trombus yang sudah terbentuk, sedangkan fibrinolitik melarutkan fibrin yang sudah terbentuk pada proses pembekuan darah. - Obat varises & preparat flebitis
- Obat kardiovaskular golongan hemorheologikal
- Obat hemotopoietik
Obat kardiovaskular golongan hemotopoeitik digunakan pada penderita anemia karena gagal ginjal.
Untuk pemilihan obat kardiovaskular yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi kedokter spesialis jantung.
Dermatitis
Dermatitis ialah peradangan kulit yang muncul dalam beberapa bentuk ditandai oleh rasa gatal dan secara klinis terdiri atas ruam polimorfi yang umumnya berbatas tidak tegas.
Obat dermatititis yang utama adalah kortikosteroid. Kortikosteroid merupakan hormon steroid yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang pembuatan bahan sintetik analognya telah berkembang dengan pesat.
Berikut ini tingkat potensi dari sejumlah kortikosteroid pada penggunaan dermal, yaitu:
- Lemah :
hidrokortison asetat, metilprednisolon asetat. - Sedang :
- Desoximetason + salis
- Dexametason
- Hidrokortison butirat
- Flukortolon pivalat
- Flumetason pivalat
- Fluosinolon asetonida
- Flupredniden asetat
- Klobetason butirat
- Triamsinolon asetonida
- Kuat:
- Beklometason dipropionat
- Betametason valerat
- Betametason dipropionat
- Budesonida
- Diflukortolon valerat
- Fluklorolon asetonida
- Flutikason propionat
- Halometason
- Halsinonida
- Mometason furoat
- Prednikarbat
- Sangat kuat:
Klobetasol propionat, betametason dipropion.
Namun jika pada dermatitis tersebut ditemukan adanya infeksi bakteri, maka dapat diberikan juga antibiotik, disamping kortikosteroid.
Berikut ini golongan antibiotik untuk dermatitis:
- Antibiotika golongan aminoglikosid, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri, contoh gentamisin dan neomisin dimana secara in vitro, strain Stafilokokus aureus dan sebagian besar Stafilokokus epidermis sensitif terhadap Gentamisin.
- Antibiotika golongan kloramfenikol, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri.
- Antibiotika golongan makrolida, bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri, contoh eritromisin
- Antibiotik lain, contoh asam fusidat efektif untuk infeksi kulit yang disebabkan oleh strain stafilokokus aureus dan mupirosin yang juga efektif terhadap sebagian besar Stafilokokus (termasuk S.epidermis dan S.aureus) dan streptokokus.
Lebih lanjut tentang dermatitis
Dermatitis ada yang didasari oleh faktor endogen, misalnya dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan sebagainya. Tetapi kebanyakan penyebab dermatitis ini belum diketahui secara pasti.
Sedangkan bila ditinjau dari jenis kelainannya, maka dermatitis atopik adalah dermatitis yang paling sering dibahas, mengingat insidensnya yang cenderung terus meningkat dan dampak yang dapat ditimbulkannya pada kualitas hidup pasien maupun keluarganya.
Imunitas seluler menurun pada 80% penderita dermatitis alergi. Sehingga pada umumnya penderita ini mudah mengalami infeksi.
Oleh karena itu, sebaiknya penderita menjaga kondisi tubuhnya agar selalu vit dengan berolah raga teratur, makan yang bergizi (bisa ditambahkan madu), istirahat yang cukup serta yang terpenting menjauhi stress emosional.
Penderita juga sebaiknya jangan berdekatan dengan penderita cacar air, herpes zoster atau penyakit kulit lainnya karena akan mudah tertular.
Untuk pemilihan obat dermatitis yang tepat sebaiknya anda periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis kulit.
Obat Kulit
Kulit merupakan bagian yang penting dari penampilan, sehingga bila ada masalah pada kulit akan menimbulkan ketidaknyamanan. Gangguan dari luar, infeksi, ketidakseimbangan hormon, proses menua, dan stres emosional dapat mempengaruhi kulit dengan banyak cara.
Untuk menghilangkan masalah pada kulit, dapat menggunakan obat kulit. Obat kulit tersedia di pasaran baik obat kulit yang dijual bebas maupun harus dengan resep dokter. Namun, diperlukan informasi lebih lanjut untuk memutuskan obat kulit yang sesuai dengan penyakit yang diderita.
Berikut ini pembagian obat kulit berdasarkan jenisnya:
- Obat kulit golongan Antiinfeksi
- Obat kulit golongan Antiinfeksi dengan kortikosteroid (untuk dermatitis)
- Obat kulit golongan Kortikosteroid (untuk eksim)
- Obat Jerawat
- Obat kulit golongan antijamur & antiparasit topikal
- Obat kulit untuk Psoriasis, seboroik & iktiosis
- Obat kulit golongan Antivirus topikal
- Obat kulit golongan Analgesik & antiinflamasi topikal (untuk terkilir)
Gambar Struktur Kulit
| 1. | Obat kulit golongan Antiinfeksi | |
Suatu antibiotik diberikan secara topikal (melalui kulit) untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri-bakteri. Umumnya berupa antibiotik yang absorpsinya baik melalui kulit, seperti golongan penisilin, eritromisin dan sefalosporin. | ||
| 2. | Obat kulit golongan Antiinfeksi dengan kortikosteroid | |
Obat kulit antibiotik yang diberikan bersama kortikosteroid memberikan efek yang optimal. Di satu sisi, antibiotik membunuh bakteri yang menginfeksi, sedangkan di sisi lain kortikosteroid memulihkan radang dan infeksi pada kulit yang terganggu. Obat kulit golongan ini dapat digunakan untuk mengobati dermatitis. Pemakaian sediaan yang mengandung kortikosteroid harus sesuai anjuran dokter meskipun penggunaan secara topikal relatif lebih aman. | ||
| 3. | Obat kulit golongan Kortikosteroid | |
Obat kulit yang mengandung kortikosteroid diberikan untuk membantu sintesis protein kulit yang terganggu, misal pada eksim. | ||
| 4. | Obat Jerawat | |
Jerawat (akne) umum dialami oleh remaja bahkan dewasa dan disebabkan oleh berbagai faktor. Jerawat adalah pembengkakan folikel sebaseous yang berada pada wajah, punggung, dada dan lengan atas. Terapi umum untuk jerawat meliputi salep yang mengandung antibakteri yang kuat, benzoyl peroxide, retin-A. Selain itu, sediaan anti jerawat yang mengandung resorsinol atau asam salisilat dapat membantu mengeringkan kelebihan minyak dan mempercepat pengelupasan. | ||
| 5. | Obat kulit golongan Antijamur & antiparasit topikal | |
Indonesia yang memiliki iklim tropis berakibat suhu udara yang panas dan lembab. Fungi dapat tumbuh di daerah kulit manusia yang lembab misalnya ketiak, selangkangan, bahkan payudara. Obat jamur mengandung griseofulvin, golongan imidazol (mikonazol, klotrimazol), tolnaftat, nistatin. Umumnya, fungisida ini bekerja menghambat jamur dengan mengganggu aktivitas sel jamur sehingga menjadi rusak. Antijamur ini diberikan berupa krim atau salep yang dapat dioleskan langsung pada daerah yng terinfeksi jamur. Namun, suatu anti jamur dapat diberikan secara sistemik sebagai tambahan bila infeksi sudah meluas. | ||
| 6. | Obat kulit untuk Psoriasis, Seboroik & Iktiosis | |
Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang dapat kambuh bila lapisan kulit luar tumbuh secara abnormal. Pada kulit berbentuk bercak merah dan dilindungi oleh sisik tebal, kering, keperak-perakan. Seboroik adalah bintik-bintik kecil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada mereka yang usianya lanjut, sedangkan iktiosis adalah penyakit kulit kering dan bersisik. Krim dan salep steroid dapat digunakan untuk mengontrol psoriasis. Selain itu, salep yang mengandung calcipotriene atau turunannya yang merupakan vitamin D3 analog merupakan agen topikal yang dapat digunakan untuk mengobati psoriasis. | ||
| 7. | Obat kulit golongan Antivirus topikal | |
Virus juga dapat menyebabkan penyakit kulit seperti cacar dan herpes. Antivirus yang pemakaiannya langsung pada kulit yang sakit seperti acyclovir pada penyakit cacar sangat membantu penyembuhan. | ||
| 8. | Obat kulit golongan Analgesik & antiinflamasi topikal | |
Ada obat kulit yang memiliki 2 fungsi sekaligus yaitu sebagai Analgesik (meredakan nyeri), dan Antiinflamasi (meredakan radang). Obat-obatan ini mengandung ketoprofen, metil salisilat, mentol. dll. Obat tersebut dapat digunakan untuk artritis ruematoid, osteoartritis, kaki terkilir, dll. |
Untuk pemilihan obat kulit yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter spesialis kulit.
Senin, 07 Juni 2010
Tetracycline

- Produk
Tetracycline
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiTetracycline is a broad-spectrum antibacterial. This drug effective against gram-positive and gram-negative bacteria, including bacteria that resistant against other antibacterial. The bacteria that sensitive against Tetracycline are : Bacillus anthracis, brucella, Escheria coli, Haemophilus, Klebsiella, Stapylococci, Streptococci, Mycoplasma, Entamoeba histolytica, Trichomonas vaginalis, Treponema pallidum, Rickettsie. Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella and Mycobacterium tuberculosis not very sensitive against Tetracycline
- KomposisiTetracycline 250 mg capsule Each capsule contains of : Tetracycline HCl 250 mg Tetracycline 500 mg capsule Each capsule contains of : Tetracycline HCl 500 mg
- IndikasiBrucellosis, diphtheria, pneumonia, fever that caused by Rickettsia, Urinary tract infection, chronic bronchitis, psittacosis and lymphogranuloma inguinale. Also for infection treatment that caused by Staphylococcus in penicillin sensitive patient, amoeba dysentery, frambosia, gonorrhea, and certain syphilis
Griseofulvine

- Produk
Griseofulvine
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiGriseofulvin is a penicillin derivative antibiotic, that has fungicide effect, only limited for organism which the growth being active. Griseofulvin inhibits fungal separations from microtubular protein intracellular bonds
- KomposisiEach tablet contains of : Griseofulvin
- IndikasiFungal infection in skin, hair and nails by Mycrosporum, Trichophyton or Epidermaphyton
Erythromycin

- Produk
Erythromycin
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiErythromycin inhibits protein synthesis bacteria with bond into ribosomal 50 S sub unit that prevent peptide chain replications
- KomposisiErythromycin 250 mg capsule Each capsule contains of : Erithromycin stearat equivalent to Erythromycin 250 mg Erythromycin Dry syrup (after dilute with aqua desilata) Each 5 ml suspension contains of : Erythromicin etilsuccinate equivalent to erythromycin 200 mg
- IndikasiFor treatment of upper respiratory tract infections especially by Streptococcus pyogenes
Doxycycline

- Produk
Doxycycline
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiDoxycycline is a broad-spectrum antibiotic synthetically derived from oxytetracycline. Doxycycline is primarily bacteriostatic and is thought to exert its antimicrobial effect by the inhibition of protein synthesis. Doxycycline is active against a wide range of gram-prositive and gram-negative microorganism.
- KomposisiEach capsule contains of : Doxycycline HCl equivalent to Doxycycline 100 mg
- IndikasiInfections caused by Rickettsiae, M. pneumoniae, lymphogranuloma venereum, B. recurrentis, H. ducreyi, Bacteroides spp, Brucella spp Infections caused by microorganism that sensitive to doxycycline : E. coli, Enterobacter aerogenes, Shigella spp, H. influenzae, Klebsiella spp, D. pneumoniae, N. gonorrhea, T pertenue, L monocytogenes, Clostridium spp, B. anthracis, Fusobacterium fusiforme, Actinomyces spp, Amubiasis intestinal, acne, trachoma, Inclusion bodies conuctivity
Cotrimoxazole
- Produk
Cotrimoxazole
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiTrimetoprim and Sulphametoxazole in therapetical dose, each are a bacteriostatic. Combination of these drugs has a bactericide activity with a broad-spectrum antibacterial against pathogenic gram-negative and gram-positive bacteria, such as Pneumococci, Streptococci, Staphylococci, Neisseria, Bordetella, Salmonella, E.coli, Klebsiella or aerobacter, Shigella, Vibriocholerae, H. influenzae, Proteus mirabilis and vulgaris. The antibacterial activity is by enzyme inhibitions that needed for folic acid biosynthesis microorganism. Combination of these drugs is also to reduce drug toxicity through decreasing medication dosage compare with single medication dosage.
- KomposisiCotrimoksasol for Adult : Each tablet contains of : Trimetoprim 80 mg Sulfametoxazol 400 mg Cotrimoksasol for children Each tablet contains of : Trimetoprim 20 mg Sulfametoxazol 100 mg Suspension : Each 5 ml contains of : Trimetoprim 40 mg Sulfametoxazol 200 mg
- IndikasiUrinary Tract Infection, such as pyelonephritis, pyelitis that caused by sensitive bacteria such as E. coli, Klebsiella, Enterobacter and Proteus. GIT Tract Infection, especially Salmonella and Shigella bacteria infection, such as thypoid, parathypoid and baciller dysentri. Respiratory Tract Infections, such as acute and chronic bronchitis by H. influenzae or Streptococcus pneumonia. Ear, throat and nose infection such as otitis media by H. influenzae or S. pneumoniae Other infections such as toxoplasmocis
Minggu, 06 Juni 2010
Ampicillin

- Produk
Ampicillin
- Kategori
Generic > LOCAL & GENERAL ANTIBIOTIC
- DeskripsiAmpicillin is a semi-synthetic penicillin group that has a broad spectrum antibiotic and bactericid activity. Ampicillin inhibits the mucopeptide that needed for synthesis of bacteria membrane cell
- KomposisiAmpicillin 250 tablet Each tablet contains of Ampicillin trihydrate equivalent to Ampicillin 250 mg Ampicillin 500 mg tablet Each film coated tablet contains of Ampicillin trihydrate equivalent to Ampicillin 500 mg Ampicillin dry syrup (after dissolved with water) Each 5 ml of suspension contains of : Ampicillin teihydrate equivalent to Ampicillin 125 mg
- Indikasi- Respiratory tract infections that caused by Shigella, S. Thyposa, Salmonella, E. coli, P. mirabilis and Enterococci - Meningitis that caused by N. meningitis - Respiratory tract infections that cause by non penicillinase bacteria, H. influenza, Staphylococcus and Streptococcus pneumonia - Urinary tract infection that caused by N. gonorrhoea, P mirabilis, Shigella, S. thyposa and non penicillinase bacteria
Daftar Blog Saya
-
Lomba Foto Keluarga " ASIFIT dan Momen Berhatgaku11 tahun yang lalu
-
Tablet Ivio Twilight 7 Hybrid15 tahun yang lalu
-
Perjalanan Pertama Ke Syam dan Usaha Mencari Rizki15 tahun yang lalu
